Ucapan Idulfitri dari Fethullah Gulen Hojaefendi

Home » Indonesian » Profil » Pesan » Ucapan Idulfitri dari Fethullah Gulen Hojaefendi

Ucapan Idulfitri dari Fethullah Gulen Hojaefendi

Semoga kesedihan dan kepedihan segera melukat
Semoga kekakuan pada lidah segera diangkat
Semoga segala kesalahan dimaafkan
Jika demikian mari rayakan hari lebaran

 

Ramadan datang dengan ribuan kasih dan penuh ilham. Siang dan malamnya diliputi ampunan. Apabila periode waktunya telah usai, ia akan menyiarkan kepergiannya. Supaya jiwa-jiwa yang telah bertransformasi menjadi ramadan tidak mengalami kekosongan dan kehampaan setelah kepergiannya, ia menitipkan suatu hari di mana beragam insyirah dimampatkan di dalamnya. Itulah hari yang kita sebut sebagai hari raya. Mereka yang berkawan akrab dengan ramadan akan menyambut hari raya sebagai irisan waktu di mana anugerah ilahi dilimpahkan sedemikian rupa kepada kita.

 

Hari raya adalah hari paling ampuh dalam menjalin dan menguatkan hubungan antar manusia. Ini adalah periode yang paling cocok di mana nilai-nilai kemanusiaan universal seperti cinta, toleransi, menerima setiap orang dengan posisi dan kondisinya masing-masing serta persaudaraan yang akan merangkul seluruh umat manusia  direpresentasikan. Ia dihidangkan dengan penuh kemurahan hati kepada semua jiwa yang membutuhkannya di seluruh dunia. Pada saat yang sama, ini adalah media yang paling cocok untuk berbaur dengan semua orang tanpa memandang bahasa, agama, ras, atau warna kulit.

 

Sayangnya, bagi kita hari raya di masa ini membawakan kesedihan dan kepedihan alam barzah. Ketika jiwa kita rindu untuk merasakan kasih teragung yang dibawakan oleh hari raya, di sisi lain masa-masa ifrit yang sedang kita lewati dan kezaliman yang tak kunjung berhenti justru memompa kepedihan dan kepahitan. Ketika saya memikirkan kondisi puluhan ribu orang tak berdosa yang terkurung di penjara dan ratusan ribu orang yang merindukan kehadiran mereka di hari raya, saya membayangkan gelap gulita nan pekat sedang menyelimuti untuk kemudian berkata: “Apakah hari raya benar-benar tiba; Yang terasa adalah darah menetes ke jantungku.” Perasaan ini rasanya seperti tusukan belati di ulu hati. Namun, ketika kita merasakan kepedihan korban kezaliman dan ketidakadilan, di waktu yang sama kami berusaha menemukan pelipur lara dalam mimpi para ahli surga yang kita yakini dapat diraih di masa mendatang. Ketika mata ini basah dan sembab bagaikan kabut di musim semi, harapan untuk masa depan sedang tumbuh dan berkembang di dunia batin kita. Meskipun kita berada pada masa terbeku di musim dingin, iman kita kepada anugerah dan kemurahan Sang Rahim menjanjikan musim semi paling segar nan anyar. 

 

Meski aku terus merintih dengan kerinduan pada hari-hari penuh berkah yang kuyakini akan kita jalani pada hari-hari mendatang, saat ini aku masih bisa mendengar dan merasakan periode waktu “ayyamullah” yang luar biasa itu dengan jam, menit, dan detik dengan segala rahmat di dalamnya pada jiwaku di mana kita akan bertemu dan bergandengan tangan dengan para sahabat dan bercengkerama dari hati ke hati. Dan berkat iman kepada Allah, aku percaya penindasan akan berakhir, kegelapan akan sirna, dan cahaya akan meliputi segala sesuatu; dendam dan kebencian akan hancur; cinta dan persaudaraan akan mengelilingi seluruh umat manusia. Pada hari itulah kita akan menjalani hari-hari indah tersebut dengan semangat hari raya yang sesungguhnya.

 

Demi kehormatan doa-doa orang-orang yang tertindas dan terzalimi yang merintih dengan hati yang hancur, yang jeritannya terdengar di arsy-Nya, saya memohon kepada Yang Mahakuasa Jalla Jalaluhu untuk menebas kezaliman sampai ke akar-akarnya dan mengantarkan seluruh umat manusia menuju hari raya yang sejati di waktu yang paling singkat!

M. Fethullah Gulen

Share:

More Posts

Tempat-Tempat Hening dan Program Membaca

Tanya: Aktivitas yang diliputi oleh kebisingan dan hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari membuat manusia masa kini merasa butuh akan tempat menyepi dan desa yang hening. Tak hanya mereka, hati kaum mukminin juga ingin menggunakan kawasan-kawasan sunyi tersebut demi kehidupan hati dan jiwa mereka. Hal apa saja yang harus dipertimbangkan supaya program yang disusun dapat memberikan hasil yang…

Tujuan yang diharapkan dari Pendidikan

Aku beberapa kali bertanya kepada teman-teman kita: “Apakah guru-guru Anda pernah bertanya seperti ini meskipun hanya sekali: ‘Murid-murid! Tujuan kita belajar adalah menjelaskan keindahan-keindahan agama kepada umat manusia yang merupakan anak yatim piatu dari negeri Atlantis yang hilang, di mana pandangan anak-anak ini tertuju pada cakrawala yang menjadi tempat bagi kebenaran muncul; mereka adalah anak-anak…

Refleksi Idulfitri

Pertanyaan: Apa yang akan Anda rekomendasikan untuk memastikan bahwa hari raya, yang merupakan hari sukacita dan kegembiraan, dapat dirasakan dan dihayati dengan baik dan dimanfaatkan sesuai dengan muhkamat agama? [1]
 
Jawaban: Dalam Islam, setiap ibadah dan perintah memiliki maknanya masing-masing. Kemampuan menyimak makna terdalam dalam setiap ibadah pertama-tama bergantung pada kualitas iman, dan kedua pada gagasan pembaharuan…

Hubungan Antara Orang Tua dan Anak

Pertanyaan: 
Sudah dikatakan dari sejak dahulu, sebagaimana juga ditegaskan dalam Al-Quran, bahwa anak adalah sarana ujian bagi orang tuanya. Apa yang dimaksud dengan pernyataan tersebut?[1]
 
Jawaban: 
Kehidupan dunia dengan segala rasa manis dan pahit getirnya adalah kehidupan yang menyiapkan proses perpindahan kita ke alam keabadian. Pada saat yang sama, hidup ini penuh dengan ujian dan cobaan. Anak-anak meskipun…

Amanah Tugas

Tanya: Apakah tepat jika seseorang yang diberi amanah tugas berpikir bahwasanya kapasitas dirinya tidak memadai dan karena tak mampu menunaikan secara layak tugas yang diamanahkan kemudian mengajukan pengunduran diri?[1]
 
Menampilkan Sikap Tepat demi Menegakkan Kebenaran
Jawaban: 
Barangkali ada beberapa alasan yang melatarbelakangi seseorang mengajukan pengunduran diri dari tugas. Pertama-tama, kita harus mengevaluasinya dengan timbangan nurani dan akal sehat…

Representasi dari Cita-Cita Menghidupkan Orang Lain

Cita-cita menghidupkan orang lain yang meliputi pengertian memikirkan kebahagiaan orang lain daripada kebahagiaannya sendiri, rela melakukan pengorbanan supaya orang lain bisa bahagia, hidup demi menjadi sumber kehidupan bagi orang lain, serta mengorbankan kehidupannya supaya orang lain bisa hidup merupakan cita-cita paling agung bagi manusia. Para nabi yang merupakan sosok manusia paling agung serta tokoh-tokoh mulia…

Sikap yang Tepat dalam Menyikapi Penugasan dan Mutasi

Tanya: Apa sikap yang tepat dalam menyikapi penugasan dan mutasi di setiap institusi?[1]
Jawab: Indikator keberhasilan penunjukan dan penugasan dalam suatu institusi, pertama-tama, dimulai dari rasa saling percaya antara pihak manajerial dengan staf yang akan ditunjuk atau ditugaskan. Apabila pihak manajerial atau divisi pengembangan sumber daya manusia (SDM) menunaikan amanah yang dipercayakan kepada mereka dengan benar,…

Kriteria Pengorbanan dan Keseimbangan dalam Berinfak

Tanya:  Apakah terdapat batas dalam mengerjakan pengabdian-pengabdian di jalan Allah? Bagaimana seharusnya kriteria pengorbanan materi dan maknawi bagi seorang manusia yang mendedikasikan kehidupannya untuk pengabdian-pengabdian di bidang pendidikan?[1] 
 
Jawab: Sebagaimana diketahui, dari sisi hubungannya dengan Allah subhanahu wa ta’ala tidak ada manusia yang derajatnya sama. Barangkali di antara mereka terdapat jarak yang jauhnya antara bumi dan…

Membantu Mereka yang Membutuhkan tanpa Ternodai Kepentingan Kelompok

Tanya: Salah satu sifat pembeda insan hizmet adalah dimilikinya karakter “membantu sesama”. Kegiatan apa saja yang bisa kita kembangkan untuk mempraktikkannya?[1]
 
Jawab: Membantu sesama adalah undangan yang paling fasih untuk mengajak orang lain menuju inayat Allah. Rasulullah bersabda: 
مَنْ نَـفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُـرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا ، نَـفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُـرْبَةً مِنْ كُـرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ…

Lomba Tanpa Tanding

Tanya: murid-murid istimewa Al-Qur’an ditekankan supaya menjauhi sikap iri serta tidak memancing orang lain iri kepada mereka. Dari sisi ini, bagaimana Anda memandang sosok-sosok yang berada dalam barisan terdepan perlombaan kebaikan di mana zakat dan sedekah mereka tunaikan secara terang-terangan demi memotivasi semangat kebaikan orang lain? Lalu, bagaimana Anda melihat mereka yang tak mampu menjaga…

Send Us A Message