Biografi Singkat Fethullah Gülen

Home » Indonesian » Profil » Biografi Fethullah Gülen » Biografi Singkat Fethullah Gülen

Biografi Singkat Fethullah Gülen

Fethullah Gülen yang lahir di Korucuk, Provinsi Erzurum, Turki Timur pada tanggal 11 November 1938 merupakan sosok ulama kharismatik dan paling berpengaruh di Turki bahkan di seluruh dunia. Pendidikan dasarnya di mulai sejak ia tinggal di daerah asalnya Erzurum. Sejak belia ia sudah menghafal al Qur’an dan belajar Ilmu Agama di sejumlah Madrasah. Karir pertamanya sebagai seorang da’i bahkan telah dimulai sejak usianya 14 tahun. Ia juga secara autodidak mempelajari berbagai disiplin ilmu lain terutama Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial seperti fisika, kimia, biologi, geografi, filsafat, juga kesusastraan Timur dan Barat. Meski belum pernah bertemu secara langsung dengan Sa’id Nursi yang wafat pada tahun 1960, namun sejumlah pemikirannya secara garis besar mengalir dari fikiran-fikiran utama Nursi terutama saat ia berada di Izmir pada tahun 1966. Ia juga menulis banyak artikel tentang berbagai topik: isu-isu sosial, politik dan agama, seni, ilmu pengetahuan dan olahraga, mengisi berbagai rubrik di berbagai koran dan majalah seperti The Fountain, Yeni Ümit, Sızıntı, Yağmur, juga majalah-majalah tentang Islam dan Filsafat. Lebih dari 70 buku telah ia tulis dan lebih dari 1000 kaset dan CD mengenai ceramah-ceramahnya telah dipublikasikan. Perhatiannya pada pendidikan dan kesejahteraan manusia diwujudkan dengan usaha kerasnya membangun berbagai lembaga pendidikan di seluruh dunia. Tahun 1994 ia juga berpartisipasi dalam pendirian Journalists and Writers Foundation (Lembaga Jurnalis dan Penulis), disana ia memperoleh jabatan presiden kehormatan. Sejumlah penghargaan dunia telah diberikan kepadanya, bahkan di tahun 2008 salah satu Majalah paling populer di Amerika Foreign Policy Magazine menobatkannya sebagai orang nomor satu dari 100 tokoh paling berpengaruh di dunia. Kini meski ia tinggal dalam pengasingan di sebuah kota Pennsylvania-Amerika Serikat, gerakan-gerakannya serta pemikiran-pemikirannya yang brillian telah tersebar ke seluruh penjuru dunia. Ajarannya tentang Hizmet (pelayanan terhadap umat manusia), telah menarik perhatian sejumlah pendukungnya di Turki, Asia Tengah, juga tokoh-tokoh penting di berbagai penjuru dunia. Dia dengan para sukarelawan yang dikemudian hari bernama Gülen Movement (Gerakan Fethullah Gülen) juga telah mendirikan sejumlah lembaga yang mempromosikan dialog antar agama dan budaya di seluruh dunia. Secara pribadi ia juga telah melakukan tindakan nyata dengan bertemu sejumlah tokoh-tokoh agama dunia seperti Paus Yohanes Paulus II, Uskup Ortodoks Yunani Bartholomeos, dan Kepala Rabbi Israel Sephardic Eliyahu Bakshi-Doron. Gülen telah mengingatkan banyak orang tentang pandangan inklusif islam yang di dasarkan pada konsep sufisme dan cinta pada kemanusiaan dan bahwa Islam senantiasa selaras dengan modernitas, demokrasi dan kemajuan.

Share:

More Posts

Tempat-Tempat Hening dan Program Membaca

Tanya: Aktivitas yang diliputi oleh kebisingan dan hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari membuat manusia masa kini merasa butuh akan tempat menyepi dan desa yang hening. Tak hanya mereka, hati kaum mukminin juga ingin menggunakan kawasan-kawasan sunyi tersebut demi kehidupan hati dan jiwa mereka. Hal apa saja yang harus dipertimbangkan supaya program yang disusun dapat memberikan hasil yang…

Tujuan yang diharapkan dari Pendidikan

Aku beberapa kali bertanya kepada teman-teman kita: “Apakah guru-guru Anda pernah bertanya seperti ini meskipun hanya sekali: ‘Murid-murid! Tujuan kita belajar adalah menjelaskan keindahan-keindahan agama kepada umat manusia yang merupakan anak yatim piatu dari negeri Atlantis yang hilang, di mana pandangan anak-anak ini tertuju pada cakrawala yang menjadi tempat bagi kebenaran muncul; mereka adalah anak-anak…

Refleksi Idulfitri

Pertanyaan: Apa yang akan Anda rekomendasikan untuk memastikan bahwa hari raya, yang merupakan hari sukacita dan kegembiraan, dapat dirasakan dan dihayati dengan baik dan dimanfaatkan sesuai dengan muhkamat agama? [1]
 
Jawaban: Dalam Islam, setiap ibadah dan perintah memiliki maknanya masing-masing. Kemampuan menyimak makna terdalam dalam setiap ibadah pertama-tama bergantung pada kualitas iman, dan kedua pada gagasan pembaharuan…

Hubungan Antara Orang Tua dan Anak

Pertanyaan: 
Sudah dikatakan dari sejak dahulu, sebagaimana juga ditegaskan dalam Al-Quran, bahwa anak adalah sarana ujian bagi orang tuanya. Apa yang dimaksud dengan pernyataan tersebut?[1]
 
Jawaban: 
Kehidupan dunia dengan segala rasa manis dan pahit getirnya adalah kehidupan yang menyiapkan proses perpindahan kita ke alam keabadian. Pada saat yang sama, hidup ini penuh dengan ujian dan cobaan. Anak-anak meskipun…

Amanah Tugas

Tanya: Apakah tepat jika seseorang yang diberi amanah tugas berpikir bahwasanya kapasitas dirinya tidak memadai dan karena tak mampu menunaikan secara layak tugas yang diamanahkan kemudian mengajukan pengunduran diri?[1]
 
Menampilkan Sikap Tepat demi Menegakkan Kebenaran
Jawaban: 
Barangkali ada beberapa alasan yang melatarbelakangi seseorang mengajukan pengunduran diri dari tugas. Pertama-tama, kita harus mengevaluasinya dengan timbangan nurani dan akal sehat…

Representasi dari Cita-Cita Menghidupkan Orang Lain

Cita-cita menghidupkan orang lain yang meliputi pengertian memikirkan kebahagiaan orang lain daripada kebahagiaannya sendiri, rela melakukan pengorbanan supaya orang lain bisa bahagia, hidup demi menjadi sumber kehidupan bagi orang lain, serta mengorbankan kehidupannya supaya orang lain bisa hidup merupakan cita-cita paling agung bagi manusia. Para nabi yang merupakan sosok manusia paling agung serta tokoh-tokoh mulia…

Sikap yang Tepat dalam Menyikapi Penugasan dan Mutasi

Tanya: Apa sikap yang tepat dalam menyikapi penugasan dan mutasi di setiap institusi?[1]
Jawab: Indikator keberhasilan penunjukan dan penugasan dalam suatu institusi, pertama-tama, dimulai dari rasa saling percaya antara pihak manajerial dengan staf yang akan ditunjuk atau ditugaskan. Apabila pihak manajerial atau divisi pengembangan sumber daya manusia (SDM) menunaikan amanah yang dipercayakan kepada mereka dengan benar,…

Kriteria Pengorbanan dan Keseimbangan dalam Berinfak

Tanya:  Apakah terdapat batas dalam mengerjakan pengabdian-pengabdian di jalan Allah? Bagaimana seharusnya kriteria pengorbanan materi dan maknawi bagi seorang manusia yang mendedikasikan kehidupannya untuk pengabdian-pengabdian di bidang pendidikan?[1] 
 
Jawab: Sebagaimana diketahui, dari sisi hubungannya dengan Allah subhanahu wa ta’ala tidak ada manusia yang derajatnya sama. Barangkali di antara mereka terdapat jarak yang jauhnya antara bumi dan…

Membantu Mereka yang Membutuhkan tanpa Ternodai Kepentingan Kelompok

Tanya: Salah satu sifat pembeda insan hizmet adalah dimilikinya karakter “membantu sesama”. Kegiatan apa saja yang bisa kita kembangkan untuk mempraktikkannya?[1]
 
Jawab: Membantu sesama adalah undangan yang paling fasih untuk mengajak orang lain menuju inayat Allah. Rasulullah bersabda: 
مَنْ نَـفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُـرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا ، نَـفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُـرْبَةً مِنْ كُـرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ…

Lomba Tanpa Tanding

Tanya: murid-murid istimewa Al-Qur’an ditekankan supaya menjauhi sikap iri serta tidak memancing orang lain iri kepada mereka. Dari sisi ini, bagaimana Anda memandang sosok-sosok yang berada dalam barisan terdepan perlombaan kebaikan di mana zakat dan sedekah mereka tunaikan secara terang-terangan demi memotivasi semangat kebaikan orang lain? Lalu, bagaimana Anda melihat mereka yang tak mampu menjaga…

Send Us A Message