Interview Bersama Prof. Dr. Quraish Shihab

Home » Indonesian » Media » Berita » Interview Bersama Prof. Dr. Quraish Shihab

Fethullah Gülen

Segenap Keluarga Besar Fethullah Gülen Chair (FGC) bershilaturahmi ke kantor Lentera Hati di Jl. Kertamukti No. 63 Pisangan, Ciputat (Jum’at, 25 Mei 2012), ditengah-tengah kesibukannya itu, Guru besar Ilmu Tafsir yang juga Direktur Lentera Hati bapak Prof. Dr. Quraish Shihab, menerima kunjungan kami dengan penuh suka cita. Berikut reportase kami bersama Guru Besar Ilmu Tafsir dan Direktur Lentera Hati di kantornya.

Seperti telah kami ketahui mengenai profil anda, bahwasanya anda dikenal sebagai salah seorang Mufassir Kontemporer yang cukup terkenal di Indonesia terutama melalui karya Tafsir anda Al Mishbah, pertanyaan kami apa latar belakang dan motivasi anda dalam menulis buku-buku Tafsir ini? Dan bagaimana visi misi anda dalam mempublikasikan karya-karya Tafsir anda ini kepada masyarakat luas khususnya Indonesia, dan umumnya pada masyarakat dunia?

Saya melihatnya begini. Yang pertama sekali, sejak kecil ayah saya itu guru besar di bidang tafsir, jadi beliaulah yang menanamkan cinta Al-Qur’an dan cinta tafsir kepada saya. Sejak kecil beliau selalu berbicara (mengenai kecintaan kepada kedua hal itu). Yang kedua, sewaktu saya ke Al-Azhar di Mesir, saya melihat bahwa orang yang mempelajari Al-Qur’an itu bisa menjadi generalis, kalau mau mempelajari bahasa arab, pelajari Al-Qur’an. Mau mempelajari sejarah, balaghah, hukum, filsafat, semuanya bersumber dari Al-Qur’an. Jadi Al-Qur’an itu adalah sumber dan induk dari segala disiplin ilmu agama islam, bahkan juga dapat dikatakan sebagai induk ilmu-ilmu agama. Jadi saya terdorong untuk itu. Dan atas dasar itulah saya mendalami ilmu-ilmu Al-Qur’an.

Adapun dalam konteks kepada masyarakat, sebagaimana halnya misi Al-Azhar, Kami dibekali dengan apa yang dinamakan dengan “Wasathiyyah” (moderasi). Jadi kami disini juga mengajarkan moderasi. Saya beranggapan bahwa siapapun yang telah mengucapkan dua kalimah syahadat, itu adalah muslim. Dan kita tetap muslim, walaupun kita berbeda-beda pendapat. Itu yang saya usahakan untuk dapat saya sebarkan dan ajarkan, dan itu sebenarnya filosofis dari berdirinya Pusat Studi Al-Qur’an. Saya berkeyakinan bahwa selama kita ada dalam satu ‘aqidah (tidak masalah), seperti misalnya jika dalam furu’ ada perbedaan, saya rasa tidak apa-apa kalau kita berbeda-beda, saya berkeyakinan bahwa tuhan tidak bertanya 5+5 berapa? Yang Tuhan tanya justru adalah 10 itu berapa tambah berapa? Jadi kalau saya berkata 10, bisa jadi itu penjumlahan dari bilangan 7+3=10, atau bisa juga dari 8+2=10, jadi semuanya sama. Hal-hal seperti itulah yang kita usahakan disini. Jadi kita menghormati semua pendapat, tetapi dengan menghormati bukan berarti kita juga menerima pendapat itu.

Bagaimana pendapat anda mengenai keadaan & juga perkembangan keilmuan Islam yang ada di Indonesia dari masa ke masa?

Saya kira jelas ada perbedaannya, sebenarnya sekarang ini kita banyak menghadapi banyak tantangan. Tantangan yang paling besar itu adalah kesalah fahaman orang tentang Islam. Termasuk teman-teman kita di Indonesia. Saya melihatnya begini, dari dulu gerakan umat islam di dunia ini dapat dibagi menjadi dua; gerakan pemurnian, yang dipimpin oleh saudi arabia, yang semuanya harus kembali ke masa lalu. Kedua, gerakan pembaharuan, gerakan pembaharuan ini juga macam-macam, ada yang liberal, ada juga yang berusaha memilih cara turki masa Mustafa Kemal Ataturk yang semuanya serba barat, ada juga yang moderat, kita pilih yang baik dari barat, tetapi tetap kita pertahankan akidah dan ruhaniyah kita. Nah, di Indonesia semuanya ini ada dan sedang bergulat, bahkan bukan hanya di Indonesia, di Turki dan berbagai belahan dunia Islam juga begitu. Saya pernah ikut menghadiri pertemuan antara Pak Habiebie dengan Erbakan, di Mekkah. Saya menyimak diskusi mereka menarik sekali, karena mereka sahabat yang sama-sama memiliki pandangan kepada Islam bahwa Islam harus ada pembaharuan tapi dalam batas-batas kaidah.

Mimpi terbesar apa yang saat ini anda idam-idamkan mengenai dakwah dan perkembangan Islam?

Saya kira mimpi itu begini, saya yakin bahwa orang yang tidak faham Islam lebih banyak daripada orang yang benci Islam. Apa-apa yang terjadi saat ini berupa kritik terhadap Islam, pelecehan terhadap Nabi Muhammad Saw, itu lebih banyak terjadi karena mereka tidak tahu. Kalau mereka tahu tentu tidak akan begitu. Jadi bukan karena benci. Adapun mimpi saya, mudah-mudahan Islam ini bisa lebih dikenal, agar orang lebih tahu bagaimana Islam yang sebenarnya. Dan itu tidak bisa tercapai tanpa ada upaya dari para intelektual, yang antara lain seperti yang dilakukan (M. Fethullah Gülen) ini. Jadi Islam dikenalkan bukan dengan senjata. Teroris yang ada, itu sebenarnya salah faham, bukan karena benci Islam, tetapi mereka tidak mengerti tentang Islam.

Apa nasihat anda untuk generasi muda muslim saat ini? Pesan-pesan apa saja yang ingin anda sampaikan kepada mereka khususnya generasi muda muslim?

Saya kira tidak ada pesan yang lebih baik daripada pesan tuhan “Iqra’ bismi rabbik”, Bacalah!! Baca apa saja!! Saya katakan dalam tafsir saya, Iqra’ itu tidak ada objeknya. Berarti membaca apa saja, syaratnya hanya satu, bismi rabbika. Bacalah apapun yang ada atas nama Tuhanmu!!.

Share:

More Posts

Tempat-Tempat Hening dan Program Membaca

Tanya: Aktivitas yang diliputi oleh kebisingan dan hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari membuat manusia masa kini merasa butuh akan tempat menyepi dan desa yang hening. Tak hanya mereka, hati kaum mukminin juga ingin menggunakan kawasan-kawasan sunyi tersebut demi kehidupan hati dan jiwa mereka. Hal apa saja yang harus dipertimbangkan supaya program yang disusun dapat memberikan hasil yang…

Tujuan yang diharapkan dari Pendidikan

Aku beberapa kali bertanya kepada teman-teman kita: “Apakah guru-guru Anda pernah bertanya seperti ini meskipun hanya sekali: ‘Murid-murid! Tujuan kita belajar adalah menjelaskan keindahan-keindahan agama kepada umat manusia yang merupakan anak yatim piatu dari negeri Atlantis yang hilang, di mana pandangan anak-anak ini tertuju pada cakrawala yang menjadi tempat bagi kebenaran muncul; mereka adalah anak-anak…

Refleksi Idulfitri

Pertanyaan: Apa yang akan Anda rekomendasikan untuk memastikan bahwa hari raya, yang merupakan hari sukacita dan kegembiraan, dapat dirasakan dan dihayati dengan baik dan dimanfaatkan sesuai dengan muhkamat agama? [1]
 
Jawaban: Dalam Islam, setiap ibadah dan perintah memiliki maknanya masing-masing. Kemampuan menyimak makna terdalam dalam setiap ibadah pertama-tama bergantung pada kualitas iman, dan kedua pada gagasan pembaharuan…

Hubungan Antara Orang Tua dan Anak

Pertanyaan: 
Sudah dikatakan dari sejak dahulu, sebagaimana juga ditegaskan dalam Al-Quran, bahwa anak adalah sarana ujian bagi orang tuanya. Apa yang dimaksud dengan pernyataan tersebut?[1]
 
Jawaban: 
Kehidupan dunia dengan segala rasa manis dan pahit getirnya adalah kehidupan yang menyiapkan proses perpindahan kita ke alam keabadian. Pada saat yang sama, hidup ini penuh dengan ujian dan cobaan. Anak-anak meskipun…

Amanah Tugas

Tanya: Apakah tepat jika seseorang yang diberi amanah tugas berpikir bahwasanya kapasitas dirinya tidak memadai dan karena tak mampu menunaikan secara layak tugas yang diamanahkan kemudian mengajukan pengunduran diri?[1]
 
Menampilkan Sikap Tepat demi Menegakkan Kebenaran
Jawaban: 
Barangkali ada beberapa alasan yang melatarbelakangi seseorang mengajukan pengunduran diri dari tugas. Pertama-tama, kita harus mengevaluasinya dengan timbangan nurani dan akal sehat…

Representasi dari Cita-Cita Menghidupkan Orang Lain

Cita-cita menghidupkan orang lain yang meliputi pengertian memikirkan kebahagiaan orang lain daripada kebahagiaannya sendiri, rela melakukan pengorbanan supaya orang lain bisa bahagia, hidup demi menjadi sumber kehidupan bagi orang lain, serta mengorbankan kehidupannya supaya orang lain bisa hidup merupakan cita-cita paling agung bagi manusia. Para nabi yang merupakan sosok manusia paling agung serta tokoh-tokoh mulia…

Sikap yang Tepat dalam Menyikapi Penugasan dan Mutasi

Tanya: Apa sikap yang tepat dalam menyikapi penugasan dan mutasi di setiap institusi?[1]
Jawab: Indikator keberhasilan penunjukan dan penugasan dalam suatu institusi, pertama-tama, dimulai dari rasa saling percaya antara pihak manajerial dengan staf yang akan ditunjuk atau ditugaskan. Apabila pihak manajerial atau divisi pengembangan sumber daya manusia (SDM) menunaikan amanah yang dipercayakan kepada mereka dengan benar,…

Kriteria Pengorbanan dan Keseimbangan dalam Berinfak

Tanya:  Apakah terdapat batas dalam mengerjakan pengabdian-pengabdian di jalan Allah? Bagaimana seharusnya kriteria pengorbanan materi dan maknawi bagi seorang manusia yang mendedikasikan kehidupannya untuk pengabdian-pengabdian di bidang pendidikan?[1] 
 
Jawab: Sebagaimana diketahui, dari sisi hubungannya dengan Allah subhanahu wa ta’ala tidak ada manusia yang derajatnya sama. Barangkali di antara mereka terdapat jarak yang jauhnya antara bumi dan…

Membantu Mereka yang Membutuhkan tanpa Ternodai Kepentingan Kelompok

Tanya: Salah satu sifat pembeda insan hizmet adalah dimilikinya karakter “membantu sesama”. Kegiatan apa saja yang bisa kita kembangkan untuk mempraktikkannya?[1]
 
Jawab: Membantu sesama adalah undangan yang paling fasih untuk mengajak orang lain menuju inayat Allah. Rasulullah bersabda: 
مَنْ نَـفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُـرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا ، نَـفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُـرْبَةً مِنْ كُـرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ…

Lomba Tanpa Tanding

Tanya: murid-murid istimewa Al-Qur’an ditekankan supaya menjauhi sikap iri serta tidak memancing orang lain iri kepada mereka. Dari sisi ini, bagaimana Anda memandang sosok-sosok yang berada dalam barisan terdepan perlombaan kebaikan di mana zakat dan sedekah mereka tunaikan secara terang-terangan demi memotivasi semangat kebaikan orang lain? Lalu, bagaimana Anda melihat mereka yang tak mampu menjaga…

Send Us A Message