Pilih Cara yang Sesuai Syari’at

Pilih Cara yang Sesuai Syari'at

Seorang da’i harus memilih berbagai sarana yang dibolehkan untuk menyampaikan dakwahnya. Sebab, seorang da’i tidak akan berhasil sampai kepada sasaran dakwahnya, kecuali jika ia menempuh atau menggunakan berbagai cara yang dibolehkan oleh syari’at Islam. Sedikit pun tidak dibolehkan menyampaikan dakwah kepada orang lain dengan cara-cara yang dilarang oleh aturan Islam. Karena, dakwah Islam adalah sarana untuk mengajak manusia kepada kebaikan, bukan mengajak manusia kepada keburukan. Oleh karena itu, seorang da’i harus melakukannya dengan cara yang baik, seprti tidak berbohong, mencaci-maki, dan menyakiti pihak lain dengan tutur kata maupun perilakunya.

Allah Swt. akan menghilangkan keberkahan dan kedamaian dari sisi para da’i yang menggunakan cara dakwah yang tidak Islami. Adakalanya seorang da’i dapat menyampaikan materi dakwahnya di tengah ribuan umat, dan mereka mendapat sambutan yang hangat dari para pendengarnya. Akan tetapi, karena ia menggunakan cara yang tidak baik, maka apa yang ia sampaikan tidak akan mendapat berkah dari sisi Allah.

Adakalanya tiga orang da’i yang berdakwah kepada sejumlah orang di sebuah rumah yang kecil, namun ketiga da’i tersebut menyampaikannya dengan cara-cara yang diridhai oleh Allah, sehingga nilai dakwah dari masingmasing mereka menyamai kuantitas seribu orang. Sebaliknya, ada pula seribu orang pendengar materi dakwah, akan tetapi kualitasnya justru tidak menyentuh seorang pendengar pun, karena bobot atau kapasitas keberkahannya yang berbeda.

Setiap qalbu berada di dalam genggaman tangan Allah Yang Maha Menggenggam. Apakah ucapan seorang da’i akan diterima dengan baik, atau justru kebalikannya, semua itu sangat bergantung kepada kehendak Allah „Azza wa Jalla . Kalau seorang da’i mempunyai niat yang baik ketika menyampaikan dakwahnya, maka ia tidak perlu takut sedikit pun apabila dakwahnya tidak diterima oleh objek dakwahnya.

Jadi, ia tidak perlu menggunakan cara-cara yang tidak diridhai oleh Allah untuk menyampaikan materi dakwahnya. Seorang da’i hanya diperintahkan untuk menyampikan dakwahnya dengan cara-cara yang baik, sesuai dengan aturan Islam. Seorang da’i tidak berhak menggunakan cara-cara yang tidak Islami di dalam berdakwah. Sebagaimana yang banyak berkembang belakangan ini, banyak cara yang digunakan oleh para da’i untuk menyampaikan dakwahnya, meskipun ia harus bergurau yang tidak sehat, dan mengutip ucapan-ucapan yang buruk. Dengan kata lain, setiap da’i harus menyampaikan dakwahnya dengan jujur, ikhlas, sungguh-sungguh, dan sesuai dengan petunjuk Al- Qur’an maupun al-Sunnah.

Share:

More Posts

Tempat-Tempat Hening dan Program Membaca

Tanya: Aktivitas yang diliputi oleh kebisingan dan hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari membuat manusia masa kini merasa butuh akan tempat menyepi dan desa yang hening. Tak hanya mereka, hati kaum mukminin juga ingin menggunakan kawasan-kawasan sunyi tersebut demi kehidupan hati dan jiwa mereka. Hal apa saja yang harus dipertimbangkan supaya program yang disusun dapat memberikan hasil yang…

Tujuan yang diharapkan dari Pendidikan

Aku beberapa kali bertanya kepada teman-teman kita: “Apakah guru-guru Anda pernah bertanya seperti ini meskipun hanya sekali: ‘Murid-murid! Tujuan kita belajar adalah menjelaskan keindahan-keindahan agama kepada umat manusia yang merupakan anak yatim piatu dari negeri Atlantis yang hilang, di mana pandangan anak-anak ini tertuju pada cakrawala yang menjadi tempat bagi kebenaran muncul; mereka adalah anak-anak…

Refleksi Idulfitri

Pertanyaan: Apa yang akan Anda rekomendasikan untuk memastikan bahwa hari raya, yang merupakan hari sukacita dan kegembiraan, dapat dirasakan dan dihayati dengan baik dan dimanfaatkan sesuai dengan muhkamat agama? [1]
 
Jawaban: Dalam Islam, setiap ibadah dan perintah memiliki maknanya masing-masing. Kemampuan menyimak makna terdalam dalam setiap ibadah pertama-tama bergantung pada kualitas iman, dan kedua pada gagasan pembaharuan…

Hubungan Antara Orang Tua dan Anak

Pertanyaan: 
Sudah dikatakan dari sejak dahulu, sebagaimana juga ditegaskan dalam Al-Quran, bahwa anak adalah sarana ujian bagi orang tuanya. Apa yang dimaksud dengan pernyataan tersebut?[1]
 
Jawaban: 
Kehidupan dunia dengan segala rasa manis dan pahit getirnya adalah kehidupan yang menyiapkan proses perpindahan kita ke alam keabadian. Pada saat yang sama, hidup ini penuh dengan ujian dan cobaan. Anak-anak meskipun…

Amanah Tugas

Tanya: Apakah tepat jika seseorang yang diberi amanah tugas berpikir bahwasanya kapasitas dirinya tidak memadai dan karena tak mampu menunaikan secara layak tugas yang diamanahkan kemudian mengajukan pengunduran diri?[1]
 
Menampilkan Sikap Tepat demi Menegakkan Kebenaran
Jawaban: 
Barangkali ada beberapa alasan yang melatarbelakangi seseorang mengajukan pengunduran diri dari tugas. Pertama-tama, kita harus mengevaluasinya dengan timbangan nurani dan akal sehat…

Representasi dari Cita-Cita Menghidupkan Orang Lain

Cita-cita menghidupkan orang lain yang meliputi pengertian memikirkan kebahagiaan orang lain daripada kebahagiaannya sendiri, rela melakukan pengorbanan supaya orang lain bisa bahagia, hidup demi menjadi sumber kehidupan bagi orang lain, serta mengorbankan kehidupannya supaya orang lain bisa hidup merupakan cita-cita paling agung bagi manusia. Para nabi yang merupakan sosok manusia paling agung serta tokoh-tokoh mulia…

Sikap yang Tepat dalam Menyikapi Penugasan dan Mutasi

Tanya: Apa sikap yang tepat dalam menyikapi penugasan dan mutasi di setiap institusi?[1]
Jawab: Indikator keberhasilan penunjukan dan penugasan dalam suatu institusi, pertama-tama, dimulai dari rasa saling percaya antara pihak manajerial dengan staf yang akan ditunjuk atau ditugaskan. Apabila pihak manajerial atau divisi pengembangan sumber daya manusia (SDM) menunaikan amanah yang dipercayakan kepada mereka dengan benar,…

Kriteria Pengorbanan dan Keseimbangan dalam Berinfak

Tanya:  Apakah terdapat batas dalam mengerjakan pengabdian-pengabdian di jalan Allah? Bagaimana seharusnya kriteria pengorbanan materi dan maknawi bagi seorang manusia yang mendedikasikan kehidupannya untuk pengabdian-pengabdian di bidang pendidikan?[1] 
 
Jawab: Sebagaimana diketahui, dari sisi hubungannya dengan Allah subhanahu wa ta’ala tidak ada manusia yang derajatnya sama. Barangkali di antara mereka terdapat jarak yang jauhnya antara bumi dan…

Membantu Mereka yang Membutuhkan tanpa Ternodai Kepentingan Kelompok

Tanya: Salah satu sifat pembeda insan hizmet adalah dimilikinya karakter “membantu sesama”. Kegiatan apa saja yang bisa kita kembangkan untuk mempraktikkannya?[1]
 
Jawab: Membantu sesama adalah undangan yang paling fasih untuk mengajak orang lain menuju inayat Allah. Rasulullah bersabda: 
مَنْ نَـفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُـرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا ، نَـفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُـرْبَةً مِنْ كُـرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ…

Lomba Tanpa Tanding

Tanya: murid-murid istimewa Al-Qur’an ditekankan supaya menjauhi sikap iri serta tidak memancing orang lain iri kepada mereka. Dari sisi ini, bagaimana Anda memandang sosok-sosok yang berada dalam barisan terdepan perlombaan kebaikan di mana zakat dan sedekah mereka tunaikan secara terang-terangan demi memotivasi semangat kebaikan orang lain? Lalu, bagaimana Anda melihat mereka yang tak mampu menjaga…

Send Us A Message