Jaga Jarak dengan Penguasa dan Pengusaha

Home » Indonesian » Karya-karya » Dakwah: Jalan Terbaik dalam Berpikir dan Menyikapi Hidup » Jaga Jarak dengan Penguasa dan Pengusaha

Jaga Jarak dengan Penguasa dan Pengusaha

Seorang da’i seharusnya tidak mempunyai hubungan yang terlalu erat dengan penguasa dan konglomerat di luar tugasnya untuk menyampaikan amar ma’ruf nahi munkar. Rasulullah Saw. bersabda, “Seburuk-buruk umatku adalah para ulama yang suka mendatangi para penguasa, sebaliknya sebaik-baik para penguasa adalah mereka yang suka mendatangi kaum ulama.”[1]

Sudah seharusnya para da’i tidak berharap kepada siapapun, karena tugas utamanya adalah memberi nasihat kepada orang banyak, bukan untuk mengenyangkan perutnya dan mencari harta dari penguasa. Para da’i yang senantiasa bergaul erat dengan penguasa dan hartawan, hatinya akan dikuasai oleh mereka. Kebaikan mereka bisa mengubah hati para da’i. Akan tetapi, jika penguasa dan pengusaha yang suka mendatangi para da’i, merekalah yang pantas dihormati. Ini dengan catatan asalkan tidak ada tujuan lain bagi para da’i, karena tugas mereka adalah memberi petunjuk yang baik kepada penguasa dan pengusaha, agar mereka melaksanakan ketentuan Islam dalam kehidupan politik dan bisnisnya.

Disebutkan bahwa ada sekelompok ulama berkunjung ke istana „Umar bin „Abdul Aziz. Akan tetapi ia tidak membutuhkan nasihat mereka sedikit pun, karena hidupnya lebih Zuhud dari pada kehidupan para ulama itu. Di antara mereka adalah Raja’ Ibnu Hayawah. „Umar Ibnu Abdul Azis juga mendatangi para ulama dan duduk bersama mereka, sehingga sesaat duduk bersama „Umar Ibnu Abdul Azis sama dengan duduk di majelis „Ubaidillah Ibnu „Abdillah. „Umar bin „Abdul „Aziz suka duduk di majelis-majelis para ulama, karena ia selalu mencari nasihat yang baik dari mereka dalam menjalankan pemerintahannya, sehingga ia berhasil meluruskan staf-staf pemerintahannya yang hanya dijabat selama dua tahun setengah.

Meskipun demikian ada sejumlah da’i yang senang mengunjungi para penguasa dengan alasan ingin menasihati mereka. Akan tetapi makin lama makin terlihat bahwa mereka tidak mampu menasihati para penguasa. Pada akhirnya mereka pun kehilangan kemuliaan yang telah diberikan oleh Allah kepada mereka. Padahala Rasulullah tidak pernah membatasi dakwahnya hanya untuk orang-orang pandai atau kaum elit saja. Beliau selalu berdakwah kepada semua orang, tanpa ada pembatasan di antara mereka.

Disebutkan bahwa ketika para tokoh Quraisy meminta Rasulullah Saw. diberi waktu khusus untuk mendengar nasihat beliau Saw., tanpa menghadirkan kaum lemah bersama dengan mereka, maka turunlah firman Allah berikut ini, “Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhan-nya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas,” (QS al- Kahfi [18]: 28).

Sebenarnya ruhani Rasulullah sangat tinggi, bahkan jauh dari pendapat para tokoh Quraisy yang minta diberi keistimewaan dan firman Allah di atas memberi petunjuk bagi beliau Saw. bahwa beliau tidak boleh lebih mengutamakan kaum-kaum konglomerat dan para penguasa. Beliau diperintah meneruskan dakwahnya seperti yang telah ditunjukkan oleh Allah kepada beliau Saw..

Kesimpulannya, Rasulullah Saw. adalah seorang da’i sejati. Dan, Al-Qur’an memberi petunjuk kepada kita, bahwa nilai seorang da’i yang sangat tinggi tidak boleh ditawar-tawar lagi oleh siapa pun. Jika pada masa sekarang ini terdapat para da’i yang tidak butuh kepada naungan para penguasa dan pengusaha, maka masa ini adalah masa terbaik bagi masyarakatnya.

[1] Lihat lebih lanjut dalam kitab Kasyful Khafa’, karya Imam al-Ajluni, Jilid 2, halaman 4627. Juga dalam kitab al-Musnad al-Firdaus, karya Imam al-Dailami, Jilid 1, halaman 155.

Share:

More Posts

Tempat-Tempat Hening dan Program Membaca

Tanya: Aktivitas yang diliputi oleh kebisingan dan hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari membuat manusia masa kini merasa butuh akan tempat menyepi dan desa yang hening. Tak hanya mereka, hati kaum mukminin juga ingin menggunakan kawasan-kawasan sunyi tersebut demi kehidupan hati dan jiwa mereka. Hal apa saja yang harus dipertimbangkan supaya program yang disusun dapat memberikan hasil yang…

Tujuan yang diharapkan dari Pendidikan

Aku beberapa kali bertanya kepada teman-teman kita: “Apakah guru-guru Anda pernah bertanya seperti ini meskipun hanya sekali: ‘Murid-murid! Tujuan kita belajar adalah menjelaskan keindahan-keindahan agama kepada umat manusia yang merupakan anak yatim piatu dari negeri Atlantis yang hilang, di mana pandangan anak-anak ini tertuju pada cakrawala yang menjadi tempat bagi kebenaran muncul; mereka adalah anak-anak…

Refleksi Idulfitri

Pertanyaan: Apa yang akan Anda rekomendasikan untuk memastikan bahwa hari raya, yang merupakan hari sukacita dan kegembiraan, dapat dirasakan dan dihayati dengan baik dan dimanfaatkan sesuai dengan muhkamat agama? [1]
 
Jawaban: Dalam Islam, setiap ibadah dan perintah memiliki maknanya masing-masing. Kemampuan menyimak makna terdalam dalam setiap ibadah pertama-tama bergantung pada kualitas iman, dan kedua pada gagasan pembaharuan…

Hubungan Antara Orang Tua dan Anak

Pertanyaan: 
Sudah dikatakan dari sejak dahulu, sebagaimana juga ditegaskan dalam Al-Quran, bahwa anak adalah sarana ujian bagi orang tuanya. Apa yang dimaksud dengan pernyataan tersebut?[1]
 
Jawaban: 
Kehidupan dunia dengan segala rasa manis dan pahit getirnya adalah kehidupan yang menyiapkan proses perpindahan kita ke alam keabadian. Pada saat yang sama, hidup ini penuh dengan ujian dan cobaan. Anak-anak meskipun…

Amanah Tugas

Tanya: Apakah tepat jika seseorang yang diberi amanah tugas berpikir bahwasanya kapasitas dirinya tidak memadai dan karena tak mampu menunaikan secara layak tugas yang diamanahkan kemudian mengajukan pengunduran diri?[1]
 
Menampilkan Sikap Tepat demi Menegakkan Kebenaran
Jawaban: 
Barangkali ada beberapa alasan yang melatarbelakangi seseorang mengajukan pengunduran diri dari tugas. Pertama-tama, kita harus mengevaluasinya dengan timbangan nurani dan akal sehat…

Representasi dari Cita-Cita Menghidupkan Orang Lain

Cita-cita menghidupkan orang lain yang meliputi pengertian memikirkan kebahagiaan orang lain daripada kebahagiaannya sendiri, rela melakukan pengorbanan supaya orang lain bisa bahagia, hidup demi menjadi sumber kehidupan bagi orang lain, serta mengorbankan kehidupannya supaya orang lain bisa hidup merupakan cita-cita paling agung bagi manusia. Para nabi yang merupakan sosok manusia paling agung serta tokoh-tokoh mulia…

Sikap yang Tepat dalam Menyikapi Penugasan dan Mutasi

Tanya: Apa sikap yang tepat dalam menyikapi penugasan dan mutasi di setiap institusi?[1]
Jawab: Indikator keberhasilan penunjukan dan penugasan dalam suatu institusi, pertama-tama, dimulai dari rasa saling percaya antara pihak manajerial dengan staf yang akan ditunjuk atau ditugaskan. Apabila pihak manajerial atau divisi pengembangan sumber daya manusia (SDM) menunaikan amanah yang dipercayakan kepada mereka dengan benar,…

Kriteria Pengorbanan dan Keseimbangan dalam Berinfak

Tanya:  Apakah terdapat batas dalam mengerjakan pengabdian-pengabdian di jalan Allah? Bagaimana seharusnya kriteria pengorbanan materi dan maknawi bagi seorang manusia yang mendedikasikan kehidupannya untuk pengabdian-pengabdian di bidang pendidikan?[1] 
 
Jawab: Sebagaimana diketahui, dari sisi hubungannya dengan Allah subhanahu wa ta’ala tidak ada manusia yang derajatnya sama. Barangkali di antara mereka terdapat jarak yang jauhnya antara bumi dan…

Membantu Mereka yang Membutuhkan tanpa Ternodai Kepentingan Kelompok

Tanya: Salah satu sifat pembeda insan hizmet adalah dimilikinya karakter “membantu sesama”. Kegiatan apa saja yang bisa kita kembangkan untuk mempraktikkannya?[1]
 
Jawab: Membantu sesama adalah undangan yang paling fasih untuk mengajak orang lain menuju inayat Allah. Rasulullah bersabda: 
مَنْ نَـفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُـرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا ، نَـفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُـرْبَةً مِنْ كُـرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ…

Lomba Tanpa Tanding

Tanya: murid-murid istimewa Al-Qur’an ditekankan supaya menjauhi sikap iri serta tidak memancing orang lain iri kepada mereka. Dari sisi ini, bagaimana Anda memandang sosok-sosok yang berada dalam barisan terdepan perlombaan kebaikan di mana zakat dan sedekah mereka tunaikan secara terang-terangan demi memotivasi semangat kebaikan orang lain? Lalu, bagaimana Anda melihat mereka yang tak mampu menjaga…

Send Us A Message