Humanisme dan Cinta Kemanusiaan

Home » Indonesian » Karya-karya » Cinta dan Toleransi » Cinta dan Kasih Sayang » Humanisme dan Cinta Kemanusiaan

Humanisme dan Cinta Kemanusiaan

Cinta bukan hanya salah satu isu yang sekarang ini paling sering dibicarakan, tapi cinta juga merupakan salah satu masalah yang paling penting. Sebenarnya, cinta adalah kuntum mawar yang bersemayam dalam keyakinan kita, alam hati yang tidak pernah layu. Di atas segalanya, sebagaimana Allah swt menenun alam semesta seperti renda pada alat tenun cinta, musik yang paling magis dan menawan di pangkuan keberadaan adalah cinta. Hubungan terkuat antar individu-individu yang membentuk keluarga, masyarakat, dan bangsa adalah cinta. Cinta yang universal terbentang di seluruh alam semesta dalam wujud setiap partikel membantu dan mendukung partikel lainnya.

Pada tataran ini, benarlah bahwa faktor yang paling dominan dalam semangat keberadaan adalah cinta. Seperti sebuah senandung paduan suara alam, hampir setiap makhluk bertingkah dan berperilaku dalam gayanya sendiri, sesuai dengan lagu magis yang ia dapat dari Allah, dalam melodi cinta. Namun demikian, pertukaran cinta dari keberadaan ke kemanusiaan ini dan dari satu makhluk ke makhluk yang lain terjadi di luar kemauan mereka, karena Kehendak Tuhan sepenuhnya mendominasi mereka.

Dari perspektif ini, umat manusia “secara sadar” berpartisipasi dalam simponi cinta yang sedang diputar di alam semesta. Dengan mengembangkan cinta di tempat yang benar, umat manusia menyelidiki bagaimana mereka mampu menunjukkannya dengan cara yang manusiawi. Oleh karena itu, dengan tidak menyalahgunakan semangat cinta dan demi cinta seperti apa adanya, setiap orang semestinya bersedia menawarkan bantuan dan dukungan nyata kepada orang lain. Mereka semestinya melindungi keharmonisan bersama yang telah ada dalam semangat keberadaan, yang mempertimbangkan baik hukum alam maupun hukum yang telah dibuat untuk mengatur kehidupan manusia.

Humanisme adalah doktrin cinta dan kemanusiaan yang diartikulasikan secara ceroboh belakangan ini, dan berpotensi untuk dimanipulasi dengan mudah melalui interpretasi yang berbeda. Beberapa kalangan mencoba untuk memaksakan sebuah pemahaman tentang humanisme yang abstrak dan tidak seimbang dengan membuat orang bingung tentang jihad dalam Islam dan membangkitkan kecurigaan dalam hati mereka. Sulit rasanya untuk memadukan humanisme dengan perilaku aneh memperjuangkan “kasih dan sayang” bagi mereka yang terlibat dalam anarki dan teror untuk menghancurkan kesatuan suatu negara, bagi mereka yang telah membunuh orang yang tidak bersalah tanpa perasaan sebagai bagian dari kegiatan berabad-abad lamanya yang bertujuan untuk menghancurkan kesejahteraan bangsa, dan bahkan lebih mengerikan, bagi mereka yang melakukan ini atas nama nilai-nilai agama, dan mereka yang sembarangan menuduh Islam menghalalkan serangan teroris.

Setiap mu’min harus mengikuti Rasulullah saw, dalam menyampaikan kebenaran. Mereka seharusnya tidak menyerah dalam menyampaikan prinsip-prinsip kebahagiaan dunia dan akhirat kepada orang lain. Para Sahabat, yang sebagai komunitas merupakan teladan kebenaran yang nyata yang diwujudkan oleh Nabi saw, menjadi contoh moderasi dan keseimbangan dalam setiap hal.

Orang-orang yang luar biasa dari generasi Tabi’in yang beruntung, yaitu generasi setelah para Sahabat, melaporkan diri ke Khalifah untuk mengetahui apa hukuman yang akan mereka terima apabila mereka tidak sengaja menginjak belalang. Ketika kita lihat dinding luar masjid dan menara yang memancarkan cahaya, kita lihat lubang kecil yang dibuat untuk tempat burung memasuki sarang; ini adalah ekspresi kedalaman cinta nenek moyang kita. Sejarah mencatat kisah sangat manusiawi tersebut; kisah yang melindungi binatang seperti halnya manusia.

Dalam kerangka prinsip-prinsip universal Islam ini, pertimbangan dan gagasan cinta sangat seimbang. Penindas dan perampas menolak cinta ini, karena cinta dan kasih sayang yang diberikan kepada penindas membuat mereka lebih agresif, dan mendorong mereka untuk merampas hak orang lain. Untuk alasan ini, kasih sayang tidak boleh diberikan kepada orang-orang yang mengancam cinta universal. Belas kasih yang diberikan kepada penindas adalah tindakan tak kenal belas kasih kepada tertindas. Namun, kita harus mengasihi mereka yang tergelincir secara tidak sengaja atau yang menyesali kesalahan mereka. Nabi saw bersabda:

Bantulah saudara-saudara kalian baik mereka penindas atau korban. Kalian dapat membantu penindas dengan membuat mereka menghentikan penindasan mereka (kepada orang lain).[1]

[1] Bukhari, Mazalim, 4; Tirmidzi, Fitan, 68.

Share:

More Posts

Tempat-Tempat Hening dan Program Membaca

Tanya: Aktivitas yang diliputi oleh kebisingan dan hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari membuat manusia masa kini merasa butuh akan tempat menyepi dan desa yang hening. Tak hanya mereka, hati kaum mukminin juga ingin menggunakan kawasan-kawasan sunyi tersebut demi kehidupan hati dan jiwa mereka. Hal apa saja yang harus dipertimbangkan supaya program yang disusun dapat memberikan hasil yang…

Tujuan yang diharapkan dari Pendidikan

Aku beberapa kali bertanya kepada teman-teman kita: “Apakah guru-guru Anda pernah bertanya seperti ini meskipun hanya sekali: ‘Murid-murid! Tujuan kita belajar adalah menjelaskan keindahan-keindahan agama kepada umat manusia yang merupakan anak yatim piatu dari negeri Atlantis yang hilang, di mana pandangan anak-anak ini tertuju pada cakrawala yang menjadi tempat bagi kebenaran muncul; mereka adalah anak-anak…

Refleksi Idulfitri

Pertanyaan: Apa yang akan Anda rekomendasikan untuk memastikan bahwa hari raya, yang merupakan hari sukacita dan kegembiraan, dapat dirasakan dan dihayati dengan baik dan dimanfaatkan sesuai dengan muhkamat agama? [1]
 
Jawaban: Dalam Islam, setiap ibadah dan perintah memiliki maknanya masing-masing. Kemampuan menyimak makna terdalam dalam setiap ibadah pertama-tama bergantung pada kualitas iman, dan kedua pada gagasan pembaharuan…

Hubungan Antara Orang Tua dan Anak

Pertanyaan: 
Sudah dikatakan dari sejak dahulu, sebagaimana juga ditegaskan dalam Al-Quran, bahwa anak adalah sarana ujian bagi orang tuanya. Apa yang dimaksud dengan pernyataan tersebut?[1]
 
Jawaban: 
Kehidupan dunia dengan segala rasa manis dan pahit getirnya adalah kehidupan yang menyiapkan proses perpindahan kita ke alam keabadian. Pada saat yang sama, hidup ini penuh dengan ujian dan cobaan. Anak-anak meskipun…

Amanah Tugas

Tanya: Apakah tepat jika seseorang yang diberi amanah tugas berpikir bahwasanya kapasitas dirinya tidak memadai dan karena tak mampu menunaikan secara layak tugas yang diamanahkan kemudian mengajukan pengunduran diri?[1]
 
Menampilkan Sikap Tepat demi Menegakkan Kebenaran
Jawaban: 
Barangkali ada beberapa alasan yang melatarbelakangi seseorang mengajukan pengunduran diri dari tugas. Pertama-tama, kita harus mengevaluasinya dengan timbangan nurani dan akal sehat…

Representasi dari Cita-Cita Menghidupkan Orang Lain

Cita-cita menghidupkan orang lain yang meliputi pengertian memikirkan kebahagiaan orang lain daripada kebahagiaannya sendiri, rela melakukan pengorbanan supaya orang lain bisa bahagia, hidup demi menjadi sumber kehidupan bagi orang lain, serta mengorbankan kehidupannya supaya orang lain bisa hidup merupakan cita-cita paling agung bagi manusia. Para nabi yang merupakan sosok manusia paling agung serta tokoh-tokoh mulia…

Sikap yang Tepat dalam Menyikapi Penugasan dan Mutasi

Tanya: Apa sikap yang tepat dalam menyikapi penugasan dan mutasi di setiap institusi?[1]
Jawab: Indikator keberhasilan penunjukan dan penugasan dalam suatu institusi, pertama-tama, dimulai dari rasa saling percaya antara pihak manajerial dengan staf yang akan ditunjuk atau ditugaskan. Apabila pihak manajerial atau divisi pengembangan sumber daya manusia (SDM) menunaikan amanah yang dipercayakan kepada mereka dengan benar,…

Kriteria Pengorbanan dan Keseimbangan dalam Berinfak

Tanya:  Apakah terdapat batas dalam mengerjakan pengabdian-pengabdian di jalan Allah? Bagaimana seharusnya kriteria pengorbanan materi dan maknawi bagi seorang manusia yang mendedikasikan kehidupannya untuk pengabdian-pengabdian di bidang pendidikan?[1] 
 
Jawab: Sebagaimana diketahui, dari sisi hubungannya dengan Allah subhanahu wa ta’ala tidak ada manusia yang derajatnya sama. Barangkali di antara mereka terdapat jarak yang jauhnya antara bumi dan…

Membantu Mereka yang Membutuhkan tanpa Ternodai Kepentingan Kelompok

Tanya: Salah satu sifat pembeda insan hizmet adalah dimilikinya karakter “membantu sesama”. Kegiatan apa saja yang bisa kita kembangkan untuk mempraktikkannya?[1]
 
Jawab: Membantu sesama adalah undangan yang paling fasih untuk mengajak orang lain menuju inayat Allah. Rasulullah bersabda: 
مَنْ نَـفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُـرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا ، نَـفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُـرْبَةً مِنْ كُـرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ…

Lomba Tanpa Tanding

Tanya: murid-murid istimewa Al-Qur’an ditekankan supaya menjauhi sikap iri serta tidak memancing orang lain iri kepada mereka. Dari sisi ini, bagaimana Anda memandang sosok-sosok yang berada dalam barisan terdepan perlombaan kebaikan di mana zakat dan sedekah mereka tunaikan secara terang-terangan demi memotivasi semangat kebaikan orang lain? Lalu, bagaimana Anda melihat mereka yang tak mampu menjaga…

Send Us A Message