Keberhasilan Pencerahan Fethullah Gülen

Home » Indonesian » Hizmet » Keberhasilan Pencerahan Fethullah Gülen

Fethullah Gülen

Dapat dikatakan di sini bahwa Pencerahan Gülen dianggap berhasil dalam pandangan komunitas di Turki dan luar negeri dengan memobilisasi energi statis yang mandek melalui inovasi di Turki dan masyarakat lain. Pencerahan Gülen menyerap tekanan konflik dan mengurai beban di dalam masyarakat yang terbelah. Hal ini telah mentransformasi potensi untuk digunakan sebagai cara koersif menjadi pendorong perubahan di dalam sistem politik dalam upaya damai untuk memberikan layanan yang berhasil. Walaupun adanya provokasi dan perlakuan kurang layak, Pencerahan Gülen tidak pernah terlihat cenderung ke arah bentuk kekerasan atau taktik ekstra-legal apa pun juga.

Pencerahan Gülen telah melibatkan berbagai anggota masyarakat di dalam waktu yang singkat di wilayah geografis yang luas untuk menyukseskan proyek-proyek bersama. Terlihat Pencerahan Gülen telah membangun keseimbangan ideal antara risiko dan keuntungan sehingga jutaan orang mengambil bagian dalam proyek-proyek layanan. Dengan mengakui hasil tindakannya dan menjamin pengakuan positif dari pihak lain, para partisipan Pencerahan Gülen membandingkan dan mempersepsikan konsistensi dan kelanjutannya dalam perjalanan waktu dan lintas negara. Dengan membandingkan investasi dengan hasil tindakan mereka, Pencerahan Gülen menganggap pamrih yang mereka terima adalah amal-soleh dalam kegiatan tersebut.

Pencerahan Gülen dengan progresif memodernisasi budaya dan organisasinya. Bersama dengan dukungan dari akar rumput atas layanan yang diberikannya, Pencerahan Gülen menghubung-kan dan memperoleh dukungan dari orang-orang berpengaruh seperti para pemimpin komunitas dan industrialis dan juga pengusaha kecil. Dengan menggunakan rasionalitas yang baik melalui netralitas keahlian teknis, Pencerahan Gülen mampu mengajak semua orang. Pencerahan Gülen menyosialisasikan dan mentransmisi nilai dan aturan agar dapat mensupervisi pengem-bangan keahlian individu.

Pencerahan Gülen telah membentuk sebagian besar organisasi yang beroperasi lintas batas ekonomi, politik dan budaya. Hal ini menyirkulasi dan mendifusi gagasan, informasi, pola tindakan dan budaya baru. Dalam hal ini, Pencerahan Gülen mentransfer ber-bagai potensi agar dapat terlihat melalui tindakan dan layanan kolektif yang kemudian terlembagakan. Melalui jaringan layanan asosiasonal dan relasional dan melalui media, para partisipan Pencerahan Gülen secara harmonis mengintegrasikan dan menjem-batani berbagai lapisan secara formal dan informal ketika kebutuhan itu meningkat.

Partisipan Pencerahan Gülen dan jaringan pelayanannya mengakui keterbatasan-keterbatasan melalui diskusi tatap muka, saluran komunikasi yang bisa digunakan, kepemimpinan di dalam SMO, umpan balik dari media dan masyarakat, dan konsultasi. Hal-hal ini membuat mereka melakukan introspeksi diri. Dengan menyiarkan dan memperbaiki hasil-hasil dari aktivitasnya, jaringan layanan beserta SMO-SMO dapat menjembatani keterbatasan tersebut secara institusional. Cara-cara ini terus berlanjut antara kepentingan individu dan kelompok, komitmen dan waktu luang keterlibatan individual dan partisipasi bersama, kegiatan bersifat lokal dan bersifat global.

Pencerahan Gülen berhasil pula karena hal ini merupakan sebuah cultural dan symbolic multiplier. Pencerahan Gülen adalah sebuah gerakan perintis yang membangun modelnya sendiri dan contoh keberhasilan serta membangun institusi yang aktor atau gerakan lain meniru dan mengadaptasikannya.

Apabila tindakan Pencerahan Gülen diukur dari kepentingan dan tujuan sektor tertentu di masyarakat Turki seperti Eickelman katakan, ’sekularis militan dari elite penguasa yang dikaitkan dengan otoritarian dan sikap tidak toleran’ maka hal ini terbukti dengan sendirinya. Gülen dan Pencerahan Gülen tidak mempunyai aspirasi tertentu terlibat di dalam sebuah partai politik atau mencari kekuasaan politik seperti yang diamati dan ditegaskan berulang-ulang oleh berbagai pakar dan wartawan. Sebaliknya, seperti Karaman dan Aras katakan: ’Gülen menunjukkan keberlanjutan sebuah tradisi Sufi yang panjang untuk mencari kebutuhan spiritual rakyat, mendidik massa dan memberikan stabilitas pada masa keguncangan. Dan seperti banyak tokoh Sufi sebelumnya termasuk Rumi, secara serampangan dituding mencari kekuasaan politik.’ Apa yang Pencerahan Gülen berikan dan capai bertentangan dengan vested interest yang kuat dan situasi kekakuan di dalam sistem politik Turki:

Kesopanan dan toleransi tidak akan berjalan tanpa adanya perjuangan. Bentuk ideal masyarakat sipil, demokrasi dan debat terbuka berdasarkan nilai-nilai dasar nan ideal yang eksplisit, Gülen bertentangan dengan vested interest yang ada. Bukan suatu yang mengejutkan pula jika sejumlah upaya reformasi yang ada saat itu dipenuhi dengan ancaman kekerasan.

Meskipun adanya kontramobilisasi, sebagian besar publik Turki telah menyatakan pendapat mendukung Gülen dan Pencerahan Gülen dalam berbagai survei. Perusahan cable news, yaitu ntv-MSNBC melakukan sebuah survei (10.000 orang) dan mengungkapkan bahwa ‘96% publik tidak menganggap Gülen sebagai ancaman terhadap negara ini’. Ajan.net juga melakukan survei (36.367 orang) dan melihat bahwa ’91% publik menerima Gülen sebagai seorang ulama moderat dan tidak menganggapnya sebuah ancaman atau pemimpin sebuah organisasi subversif.’

Share:

More Posts

Tempat-Tempat Hening dan Program Membaca

Tanya: Aktivitas yang diliputi oleh kebisingan dan hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari membuat manusia masa kini merasa butuh akan tempat menyepi dan desa yang hening. Tak hanya mereka, hati kaum mukminin juga ingin menggunakan kawasan-kawasan sunyi tersebut demi kehidupan hati dan jiwa mereka. Hal apa saja yang harus dipertimbangkan supaya program yang disusun dapat memberikan hasil yang…

Tujuan yang diharapkan dari Pendidikan

Aku beberapa kali bertanya kepada teman-teman kita: “Apakah guru-guru Anda pernah bertanya seperti ini meskipun hanya sekali: ‘Murid-murid! Tujuan kita belajar adalah menjelaskan keindahan-keindahan agama kepada umat manusia yang merupakan anak yatim piatu dari negeri Atlantis yang hilang, di mana pandangan anak-anak ini tertuju pada cakrawala yang menjadi tempat bagi kebenaran muncul; mereka adalah anak-anak…

Refleksi Idulfitri

Pertanyaan: Apa yang akan Anda rekomendasikan untuk memastikan bahwa hari raya, yang merupakan hari sukacita dan kegembiraan, dapat dirasakan dan dihayati dengan baik dan dimanfaatkan sesuai dengan muhkamat agama? [1]
 
Jawaban: Dalam Islam, setiap ibadah dan perintah memiliki maknanya masing-masing. Kemampuan menyimak makna terdalam dalam setiap ibadah pertama-tama bergantung pada kualitas iman, dan kedua pada gagasan pembaharuan…

Hubungan Antara Orang Tua dan Anak

Pertanyaan: 
Sudah dikatakan dari sejak dahulu, sebagaimana juga ditegaskan dalam Al-Quran, bahwa anak adalah sarana ujian bagi orang tuanya. Apa yang dimaksud dengan pernyataan tersebut?[1]
 
Jawaban: 
Kehidupan dunia dengan segala rasa manis dan pahit getirnya adalah kehidupan yang menyiapkan proses perpindahan kita ke alam keabadian. Pada saat yang sama, hidup ini penuh dengan ujian dan cobaan. Anak-anak meskipun…

Amanah Tugas

Tanya: Apakah tepat jika seseorang yang diberi amanah tugas berpikir bahwasanya kapasitas dirinya tidak memadai dan karena tak mampu menunaikan secara layak tugas yang diamanahkan kemudian mengajukan pengunduran diri?[1]
 
Menampilkan Sikap Tepat demi Menegakkan Kebenaran
Jawaban: 
Barangkali ada beberapa alasan yang melatarbelakangi seseorang mengajukan pengunduran diri dari tugas. Pertama-tama, kita harus mengevaluasinya dengan timbangan nurani dan akal sehat…

Representasi dari Cita-Cita Menghidupkan Orang Lain

Cita-cita menghidupkan orang lain yang meliputi pengertian memikirkan kebahagiaan orang lain daripada kebahagiaannya sendiri, rela melakukan pengorbanan supaya orang lain bisa bahagia, hidup demi menjadi sumber kehidupan bagi orang lain, serta mengorbankan kehidupannya supaya orang lain bisa hidup merupakan cita-cita paling agung bagi manusia. Para nabi yang merupakan sosok manusia paling agung serta tokoh-tokoh mulia…

Sikap yang Tepat dalam Menyikapi Penugasan dan Mutasi

Tanya: Apa sikap yang tepat dalam menyikapi penugasan dan mutasi di setiap institusi?[1]
Jawab: Indikator keberhasilan penunjukan dan penugasan dalam suatu institusi, pertama-tama, dimulai dari rasa saling percaya antara pihak manajerial dengan staf yang akan ditunjuk atau ditugaskan. Apabila pihak manajerial atau divisi pengembangan sumber daya manusia (SDM) menunaikan amanah yang dipercayakan kepada mereka dengan benar,…

Kriteria Pengorbanan dan Keseimbangan dalam Berinfak

Tanya:  Apakah terdapat batas dalam mengerjakan pengabdian-pengabdian di jalan Allah? Bagaimana seharusnya kriteria pengorbanan materi dan maknawi bagi seorang manusia yang mendedikasikan kehidupannya untuk pengabdian-pengabdian di bidang pendidikan?[1] 
 
Jawab: Sebagaimana diketahui, dari sisi hubungannya dengan Allah subhanahu wa ta’ala tidak ada manusia yang derajatnya sama. Barangkali di antara mereka terdapat jarak yang jauhnya antara bumi dan…

Membantu Mereka yang Membutuhkan tanpa Ternodai Kepentingan Kelompok

Tanya: Salah satu sifat pembeda insan hizmet adalah dimilikinya karakter “membantu sesama”. Kegiatan apa saja yang bisa kita kembangkan untuk mempraktikkannya?[1]
 
Jawab: Membantu sesama adalah undangan yang paling fasih untuk mengajak orang lain menuju inayat Allah. Rasulullah bersabda: 
مَنْ نَـفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُـرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا ، نَـفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُـرْبَةً مِنْ كُـرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ…

Lomba Tanpa Tanding

Tanya: murid-murid istimewa Al-Qur’an ditekankan supaya menjauhi sikap iri serta tidak memancing orang lain iri kepada mereka. Dari sisi ini, bagaimana Anda memandang sosok-sosok yang berada dalam barisan terdepan perlombaan kebaikan di mana zakat dan sedekah mereka tunaikan secara terang-terangan demi memotivasi semangat kebaikan orang lain? Lalu, bagaimana Anda melihat mereka yang tak mampu menjaga…

Send Us A Message