Surah Saba’ [34]: 12

Home » Indonesian » Karya-karya » Tafsir Al-Qur’an » Surah Saba’ » Surah Saba’ [34]: 12

وَمِنَ الْجِنِّ مَن يَعْمَلُ بَيْنَ يَدَيْهِ بِإِذْنِ رَبِّهِ وَمَن يَزِغْ مِنْهُمْ عَنْ أَمْرِنَا نُذِقْهُ مِنْ عَذَابِ السَّعِيرِ
“Dan sebahagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izin Tuhannya. Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala.” (QS Saba’, 12)

Firman Allah di atas mengisyaratkan kepada kita bahwa Nabi Sulaiman as diberi kesempatan untuk dapat menundukkan kaum jin untuk menyelesaikan berbagai pekerjaan yang ditugaskan olehnya. Nabi Sulaiman as dapat menundukkan jin dengan membaca Asmaul Husna yang kita tidak mengetahui jenisnya. Ketika Nabi Sulaiman as membaca Asmaul Husna, maka para jin berdatangan untuk mengabdi kepadanya. Sebenarnya, jumlah Asmaul Husna bukan hanya seratus, seperti yang disebutkan oleh Abu Hurairah ra, karena disebutkan juga bahwa di antara salah satu doa Rasulullah Saw. menyatakan, “Ya Allah, aku mohon kepada-Mu dengan menyebut nama yang Engkau menyebutkan diri-Mu dengannya, atau dengan menyebut nama yang Engkau turunkan di dalam salah satu kitab suci-Mu, atau dengan menyebut nama yang Engkau ajarkan kepada seorang dari makhluk-Mu, atau dengan menyebut nama yang Engkau sembunyikan di dalam ilmu ghaib di sisi-Mu.”[1]

Dari doa yang diucapkan oleh Nabi Saw. di atas, dapat kita simpulkan bahwa Allah masih mempunyai nama-nama yang indah yang diajarkan kepada sebagian nabi. Di antara salah satunya adalah yang pernah diajarkan kepada Nabi Sulaiman as untuk menundukkan jin dengan menyebut nama-nama tersebut. Dalam arti yang sebenarnya, kiranya hanya Allah yang dapat menundukkan jin dan setan untuk mengabdi kepada Nabi Sulaiman as, seperti yang disebutkan dalam firman Allah berikut, “Maka Kami telah memberikan pengertian kepada Sulaiman tentang hukum (yang lebih tepat)]; dan kepada masing-masing mereka telah Kami berikan hikmah dan ilmu dan telah Kami tundukkan gunung-gunung dan burungburung, semua bertasbih bersama Daud. Dan kamilah yang melakukannya. Dan telah Kami ajarkan kepada Daud membuat baju besi untuk kamu, guna memelihara kamu dalam peperanganmu; Maka hendaklah kamu bersyukur (kepada Allah). Dan (telah Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang kami telah memberkatinya. Dan adalah Kami Maha Mengetahui segala sesuatu. Dan Kami telah tundukkan (pula kepada Sulaiman) segolongan syaitan-syaitan yang menyelam (ke dalam laut) untuknya dan mengerjakan pekerjaan selain daripada itu, dan adalah Kami memelihara mereka itu.” (QS Al-Anbiyaa’, 79-82)

Selain itu, ada juga nama-nama Allah yang disebutkan dalam bahasa Israil, tetapi tidak berasal dari sunnah Nabi Saw. yang benar. Bahkan disebutkan bahwa Nabi Sulaiman as tidak pernah menggunakan nama-nama Allah dalam bahasa Israil, karena ia merasa takut jika ia menggunakannya, maka akan berdampak negatif bagi dirinya. Karena itu, nama-nama Allah yang indah dari bahasa Israil itu disembunyikan di bawah kursi singgasananya. Karena itu, sebagian orang Yahudi yang ada di masanya pernah mencuri nama-nama Allah tersebut dan mereka menggunakannya untuk kepentingan diri mereka. Pengetahuan tentang masalah ini pernah disebutkan di dalam Injil lama yang menyatakan dengan penafsiran seperti penafsiran tersebut.

Bahkan ada sebagian orang yang berusaha menggunakan Asmaul Husna dengan pengartian lain yang menyebutkan tentang keampuhannya yang luar biasa. Mereka berkata, “Sebenarnya kami tidak butuh kepada bantuan Allah, yang penting kami dapat menggunakan kekuatan jahat untuk menyelesaikan segala masalah kami.” Atau adapula yang mengatakan, “Kekuatan jahat lebih besar daripada kekuatan yang baik. Karena itu, wajib kami menggunakan kekuatan yang jahat daripada kekuatan yang baik.” Ada kemungkinan asal usul pemikiran semacam itu bersumber dari “Kabalah” yang menganut paham Al-Masuniyah, bahkan pernah dimainkan di berbagai film kartun yang diputar untuk anak-anak kecil yang menggambarkan kekuatan gelap dan kekuatan yang menyesatkan, sehingga pikiran dan kalbu anak-anak kecil dapat terpengaruh, bahkan dapat memberi pengaruh kepada sebagian pemuda yang alam pemikirannya hanya bersifat metafisika di balik alam semesta. Padahal pengalaman seperti itu tidak ada di dalam istilah agama kita, tetapi pada kenyataannya pemalsuan nama-nama Allah akan terus menerus terjadi hingga dewasa ini untuk meluruskan alam bagian dalam dengan alam rohani bagi masyarakat kita. Karena itu, mereka menyusunnya baikbaik.

Yang perlu kita catat dalam pembahasan ini adalah Nabi Daud as dan Nabi Sulaiman as telah diberi berbagai karunia untuk menundukkan sebagian alam semesta sebagai mukjizat bagi kedua nabi itu, seperti Nabi Daud as diberi kewenangan untuk menundukkan gunung dan meluluhkan besi, padahal ia juga diuji dengan berbagai cobaan sampai ia menjadi permisalan bahwa ia adalah seorang nabi yang saleh, seperti yang disebutkan dalam firman Allah berikut, “Dia adalah sebaik- baik hamba. Sesungguhnya dia amat taat (kepada Tuhannya).” (QS Shaad, 30)

Selain itu, Allah memberi kelebihan kepada Nabi Sulaiman as sebagai mukjizatnya, yaitu berupa kekuatan yang diwarisi dari ayahnya, yaitu kerajaan dengan segala kekuasaannya untuk menundukkan jin, setan dan ifrit yang berdiri dari makhluk-makhluk yang tidak dapat dilihat oleh mata biasa. Selain itu, ia juga diberi kewenangan untuk dapat menundukkan angin bagi dirinya, seolah-olah karunia semacam itu untuk dapat dijadikan pelajaran yang baik bahwa di luar alam fisika ada juga alam metafisika.

Dengan demikian, adanya berbagai keistimewaan yang diberikan kepada Nabi Daud as dan kepada Nabi Sulaiman as adalah sebagian dari karunia Allah yang berbentuk lahir dan batin dalam pribadi yang pernah diberikan kepada Nabi Saw..

[1] HR.Al-Musnad Imam Ahmad 1/391,452.

Share:

More Posts

Tempat-Tempat Hening dan Program Membaca

Tanya: Aktivitas yang diliputi oleh kebisingan dan hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari membuat manusia masa kini merasa butuh akan tempat menyepi dan desa yang hening. Tak hanya mereka, hati kaum mukminin juga ingin menggunakan kawasan-kawasan sunyi tersebut demi kehidupan hati dan jiwa mereka. Hal apa saja yang harus dipertimbangkan supaya program yang disusun dapat memberikan hasil yang…

Tujuan yang diharapkan dari Pendidikan

Aku beberapa kali bertanya kepada teman-teman kita: “Apakah guru-guru Anda pernah bertanya seperti ini meskipun hanya sekali: ‘Murid-murid! Tujuan kita belajar adalah menjelaskan keindahan-keindahan agama kepada umat manusia yang merupakan anak yatim piatu dari negeri Atlantis yang hilang, di mana pandangan anak-anak ini tertuju pada cakrawala yang menjadi tempat bagi kebenaran muncul; mereka adalah anak-anak…

Refleksi Idulfitri

Pertanyaan: Apa yang akan Anda rekomendasikan untuk memastikan bahwa hari raya, yang merupakan hari sukacita dan kegembiraan, dapat dirasakan dan dihayati dengan baik dan dimanfaatkan sesuai dengan muhkamat agama? [1]
 
Jawaban: Dalam Islam, setiap ibadah dan perintah memiliki maknanya masing-masing. Kemampuan menyimak makna terdalam dalam setiap ibadah pertama-tama bergantung pada kualitas iman, dan kedua pada gagasan pembaharuan…

Hubungan Antara Orang Tua dan Anak

Pertanyaan: 
Sudah dikatakan dari sejak dahulu, sebagaimana juga ditegaskan dalam Al-Quran, bahwa anak adalah sarana ujian bagi orang tuanya. Apa yang dimaksud dengan pernyataan tersebut?[1]
 
Jawaban: 
Kehidupan dunia dengan segala rasa manis dan pahit getirnya adalah kehidupan yang menyiapkan proses perpindahan kita ke alam keabadian. Pada saat yang sama, hidup ini penuh dengan ujian dan cobaan. Anak-anak meskipun…

Amanah Tugas

Tanya: Apakah tepat jika seseorang yang diberi amanah tugas berpikir bahwasanya kapasitas dirinya tidak memadai dan karena tak mampu menunaikan secara layak tugas yang diamanahkan kemudian mengajukan pengunduran diri?[1]
 
Menampilkan Sikap Tepat demi Menegakkan Kebenaran
Jawaban: 
Barangkali ada beberapa alasan yang melatarbelakangi seseorang mengajukan pengunduran diri dari tugas. Pertama-tama, kita harus mengevaluasinya dengan timbangan nurani dan akal sehat…

Representasi dari Cita-Cita Menghidupkan Orang Lain

Cita-cita menghidupkan orang lain yang meliputi pengertian memikirkan kebahagiaan orang lain daripada kebahagiaannya sendiri, rela melakukan pengorbanan supaya orang lain bisa bahagia, hidup demi menjadi sumber kehidupan bagi orang lain, serta mengorbankan kehidupannya supaya orang lain bisa hidup merupakan cita-cita paling agung bagi manusia. Para nabi yang merupakan sosok manusia paling agung serta tokoh-tokoh mulia…

Sikap yang Tepat dalam Menyikapi Penugasan dan Mutasi

Tanya: Apa sikap yang tepat dalam menyikapi penugasan dan mutasi di setiap institusi?[1]
Jawab: Indikator keberhasilan penunjukan dan penugasan dalam suatu institusi, pertama-tama, dimulai dari rasa saling percaya antara pihak manajerial dengan staf yang akan ditunjuk atau ditugaskan. Apabila pihak manajerial atau divisi pengembangan sumber daya manusia (SDM) menunaikan amanah yang dipercayakan kepada mereka dengan benar,…

Kriteria Pengorbanan dan Keseimbangan dalam Berinfak

Tanya:  Apakah terdapat batas dalam mengerjakan pengabdian-pengabdian di jalan Allah? Bagaimana seharusnya kriteria pengorbanan materi dan maknawi bagi seorang manusia yang mendedikasikan kehidupannya untuk pengabdian-pengabdian di bidang pendidikan?[1] 
 
Jawab: Sebagaimana diketahui, dari sisi hubungannya dengan Allah subhanahu wa ta’ala tidak ada manusia yang derajatnya sama. Barangkali di antara mereka terdapat jarak yang jauhnya antara bumi dan…

Membantu Mereka yang Membutuhkan tanpa Ternodai Kepentingan Kelompok

Tanya: Salah satu sifat pembeda insan hizmet adalah dimilikinya karakter “membantu sesama”. Kegiatan apa saja yang bisa kita kembangkan untuk mempraktikkannya?[1]
 
Jawab: Membantu sesama adalah undangan yang paling fasih untuk mengajak orang lain menuju inayat Allah. Rasulullah bersabda: 
مَنْ نَـفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُـرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا ، نَـفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُـرْبَةً مِنْ كُـرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ…

Lomba Tanpa Tanding

Tanya: murid-murid istimewa Al-Qur’an ditekankan supaya menjauhi sikap iri serta tidak memancing orang lain iri kepada mereka. Dari sisi ini, bagaimana Anda memandang sosok-sosok yang berada dalam barisan terdepan perlombaan kebaikan di mana zakat dan sedekah mereka tunaikan secara terang-terangan demi memotivasi semangat kebaikan orang lain? Lalu, bagaimana Anda melihat mereka yang tak mampu menjaga…

Send Us A Message