Hidup Sejati dan Kemanusiaan Sejati

Home » Indonesian » Karya-karya » Cinta dan Toleransi » Perspektif Global » Hidup Sejati dan Kemanusiaan Sejati

Hidup Sejati dan Kemanusiaan Sejati

Karena kehidupan “sejati” hanya dapat diraih melalui pengetahuan, mereka yang enggan belajar dan mengajar dianggap “mati”, meskipun secara biologis hidup. Kita diciptakan untuk belajar dan untuk mengkomunikasikan apa yang telah kita pelajari kepada orang lain.

Kehidupan sejati adalah kehidupan pada tataran spiritual. Orang yang hatinya hidup, yang menaklukkan masa lalu dan masa depan, bisa melampaui batasan-batasan waktu. Orang-orang seperti ini tidak pernah terlalu tertekan oleh duka-cita masa lalu atau terlalu cemas akan masa depan. Orang yang tidak bisa mengalami kehidupan secara penuh dalam hati, yang menjalani hidup secara dangkal, selalu suram dan cenderung putus asa. Mereka menganggap masa lalu sebagai kuburan mengerikan, dan melihat masa depan sebagai lubang sumur yang tak ada dasarnya. Mereka hidup dalam penderitaan, bertanya-tanya apakah mereka akan hidup atau mati.

Kita semua adalah pelancong, dan dunia adalah sebuah eksibisi dan kitab yang penuh warna-warni. Kita dikirim ke dunia untuk mempelajari kitab ini, untuk meningkatkan pengetahuan spiritual kita, dan untuk mengentaskan orang lain. Perjalanan penuh warna dan menyenangkan ini adalah peristiwa yang hanya terjadi satu kali. Bagi yang perasaannya waspada dan yang hatinya terjaga, perjalanan ini lebih dari cukup untuk membangun sebuah taman yang mirip surga. Tapi bagi yang matanya tertutup, seolah-olah semuanya berjalan dalam sepenggal napas.

Kerendahan hati dan kesederhanaan sangat dihargai baik oleh makhluk atau sang Khaliq. Bagi yang angkuh dan sombong diri, yang meremehkan orang lain dan berlagak sombong, selalu tidak disukai oleh makhluk dan diazab oleh sang Khaliq.

Kerendahan hati adalah tanda kebajikan dan kedewasaan, sedangkan kesombongan dan keangkuhan diri menunjukkan jiwa yang tidak sempurna dan rendah. Orang yang paling sempurna adalah yang nyaman dan akrab dalam menjalin persahabatan dengan orang lain. Sebaliknya, orang yang terlalu sombong untuk bergabung dan menjalin persahabatan dengan orang lain dianggap sekedar representasi dari ketidak sempurnaan. Kerendahan hati membuat orang menjadi manusia sejati. Salah satu tanda kerendahan hati adalah bahwa seseorang tidak berubah setelah mereka telah mendapatkan pangkat atau kekayaan, ilmu atau ketenaran, atau apapun yang dihormati publik. Jika salah satu keadaan ini menyebabkan orang mengubah gagasan, sikap, dan perilaku, maka dia tidak dapat dianggap telah mencapai kemanusiaan atau kerendahan hati yang sejati.

Ketika berinteraksi dengan orang lain, selalu gunakan sebagai ukuran apa yang Anda rasa menyenangkan atau tidak menyenangkan. Berharaplah untuk orang lain apa yang Anda harapkan untuk diri sendiri dan jangan lupa bahwa apapun yang tidak menyenangkan Anda juga akan mengecewakan orang lain. Jika Anda melakukan ini, Anda akan aman dari perilaku buruk, dan tidak akan menyakiti orang lain.

Untuk meraih kematangan dan kesempurnaan jiwa Anda harus adil dalam memeperlakukan orang lain, terutama mereka yang telah melakukan ketidakadilan terhadap Anda. Balaslah keburukan mereka dengan kebaikan. Jangan berhenti berbuat baik bahkan kepada mereka yang telah menyakiti Anda. Sebaliknya, perlakukan mereka dengan kebaikan, karena menyakiti orang lain adalah kekejaman. Membayar kejahatan dengan kejahatan menyiratkan karakter yang rendah, sebaliknya adalah kebangsawanan.

Tidak ada batasan kebaikan yang bisa dilakukan untuk orang lain. Mereka yang membaktikan diri untuk berbuat baik kepada umat manusia sangat mementingkan orang lain hingga mereka bahkan rela mengorbankan hidup demi orang lain. Namun, sifat altruisme semacam ini akan menjadi kebajikan yang utama hanya jika berasal dari ketulusan dan kemurnian niat; ia harus jauh dari takhyul ras atau suku.

Orang yang banyak menolong orang lain tapi menganggapnya belum berbuat sesuatu yang signifikan, namun sangat menghargai bahkan bantuan terkecil yang ia terima dari orang lain adalah orang yang sempurna yang telah memperoleh standar perilaku Ilahi dan telah menemukan kedamaian dalam hati nurani mereka. Orang-orang yang demikian ini tidak pernah memberitahukan kepada orang lain tentang kebaikan yang mereka lakukan, dan tidak pernah mengeluh ketika orang lain tampaknya acuh tak acuh terhadap mereka.

Share:

More Posts

Tempat-Tempat Hening dan Program Membaca

Tanya: Aktivitas yang diliputi oleh kebisingan dan hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari membuat manusia masa kini merasa butuh akan tempat menyepi dan desa yang hening. Tak hanya mereka, hati kaum mukminin juga ingin menggunakan kawasan-kawasan sunyi tersebut demi kehidupan hati dan jiwa mereka. Hal apa saja yang harus dipertimbangkan supaya program yang disusun dapat memberikan hasil yang…

Tujuan yang diharapkan dari Pendidikan

Aku beberapa kali bertanya kepada teman-teman kita: “Apakah guru-guru Anda pernah bertanya seperti ini meskipun hanya sekali: ‘Murid-murid! Tujuan kita belajar adalah menjelaskan keindahan-keindahan agama kepada umat manusia yang merupakan anak yatim piatu dari negeri Atlantis yang hilang, di mana pandangan anak-anak ini tertuju pada cakrawala yang menjadi tempat bagi kebenaran muncul; mereka adalah anak-anak…

Refleksi Idulfitri

Pertanyaan: Apa yang akan Anda rekomendasikan untuk memastikan bahwa hari raya, yang merupakan hari sukacita dan kegembiraan, dapat dirasakan dan dihayati dengan baik dan dimanfaatkan sesuai dengan muhkamat agama? [1]
 
Jawaban: Dalam Islam, setiap ibadah dan perintah memiliki maknanya masing-masing. Kemampuan menyimak makna terdalam dalam setiap ibadah pertama-tama bergantung pada kualitas iman, dan kedua pada gagasan pembaharuan…

Hubungan Antara Orang Tua dan Anak

Pertanyaan: 
Sudah dikatakan dari sejak dahulu, sebagaimana juga ditegaskan dalam Al-Quran, bahwa anak adalah sarana ujian bagi orang tuanya. Apa yang dimaksud dengan pernyataan tersebut?[1]
 
Jawaban: 
Kehidupan dunia dengan segala rasa manis dan pahit getirnya adalah kehidupan yang menyiapkan proses perpindahan kita ke alam keabadian. Pada saat yang sama, hidup ini penuh dengan ujian dan cobaan. Anak-anak meskipun…

Amanah Tugas

Tanya: Apakah tepat jika seseorang yang diberi amanah tugas berpikir bahwasanya kapasitas dirinya tidak memadai dan karena tak mampu menunaikan secara layak tugas yang diamanahkan kemudian mengajukan pengunduran diri?[1]
 
Menampilkan Sikap Tepat demi Menegakkan Kebenaran
Jawaban: 
Barangkali ada beberapa alasan yang melatarbelakangi seseorang mengajukan pengunduran diri dari tugas. Pertama-tama, kita harus mengevaluasinya dengan timbangan nurani dan akal sehat…

Representasi dari Cita-Cita Menghidupkan Orang Lain

Cita-cita menghidupkan orang lain yang meliputi pengertian memikirkan kebahagiaan orang lain daripada kebahagiaannya sendiri, rela melakukan pengorbanan supaya orang lain bisa bahagia, hidup demi menjadi sumber kehidupan bagi orang lain, serta mengorbankan kehidupannya supaya orang lain bisa hidup merupakan cita-cita paling agung bagi manusia. Para nabi yang merupakan sosok manusia paling agung serta tokoh-tokoh mulia…

Sikap yang Tepat dalam Menyikapi Penugasan dan Mutasi

Tanya: Apa sikap yang tepat dalam menyikapi penugasan dan mutasi di setiap institusi?[1]
Jawab: Indikator keberhasilan penunjukan dan penugasan dalam suatu institusi, pertama-tama, dimulai dari rasa saling percaya antara pihak manajerial dengan staf yang akan ditunjuk atau ditugaskan. Apabila pihak manajerial atau divisi pengembangan sumber daya manusia (SDM) menunaikan amanah yang dipercayakan kepada mereka dengan benar,…

Kriteria Pengorbanan dan Keseimbangan dalam Berinfak

Tanya:  Apakah terdapat batas dalam mengerjakan pengabdian-pengabdian di jalan Allah? Bagaimana seharusnya kriteria pengorbanan materi dan maknawi bagi seorang manusia yang mendedikasikan kehidupannya untuk pengabdian-pengabdian di bidang pendidikan?[1] 
 
Jawab: Sebagaimana diketahui, dari sisi hubungannya dengan Allah subhanahu wa ta’ala tidak ada manusia yang derajatnya sama. Barangkali di antara mereka terdapat jarak yang jauhnya antara bumi dan…

Membantu Mereka yang Membutuhkan tanpa Ternodai Kepentingan Kelompok

Tanya: Salah satu sifat pembeda insan hizmet adalah dimilikinya karakter “membantu sesama”. Kegiatan apa saja yang bisa kita kembangkan untuk mempraktikkannya?[1]
 
Jawab: Membantu sesama adalah undangan yang paling fasih untuk mengajak orang lain menuju inayat Allah. Rasulullah bersabda: 
مَنْ نَـفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُـرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا ، نَـفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُـرْبَةً مِنْ كُـرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ…

Lomba Tanpa Tanding

Tanya: murid-murid istimewa Al-Qur’an ditekankan supaya menjauhi sikap iri serta tidak memancing orang lain iri kepada mereka. Dari sisi ini, bagaimana Anda memandang sosok-sosok yang berada dalam barisan terdepan perlombaan kebaikan di mana zakat dan sedekah mereka tunaikan secara terang-terangan demi memotivasi semangat kebaikan orang lain? Lalu, bagaimana Anda melihat mereka yang tak mampu menjaga…

Send Us A Message